Tahap Awal (Pre-Purchase): Persiapan & Dokumen
Sebelum membeli properti di Jepang, sangat penting untuk memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap.
Salah satu pihak penting dalam proses ini adalah Judicial Scrivener (Shiho Shoshi), yaitu profesional hukum berlisensi yang bertanggung jawab atas proses registrasi properti. Setelah Judicial Scrivener berhasil memverifikasi identitas dan dokumen Anda, proses transaksi dapat dilanjutkan dengan aman dan sesuai hukum.
Proses Pembelian: Dari Kontrak hingga Registrasi
Secara umum, proses pembelian properti di Jepang mengikuti alur berikut:
-
Penandatanganan Kontrak
Pembeli menandatangani perjanjian jual beli dan menyetujui seluruh ketentuan yang berlaku. -
Pembayaran Deposit
Deposit dibayarkan saat penandatanganan kontrak (penjelasan lebih lanjut di bawah). -
Pelunasan & Registrasi (beberapa minggu kemudian)
Setelah beberapa minggu, sisa pembayaran dilakukan. Pada saat yang sama, Judicial Scrivener akan mengurus proses registrasi kepemilikan sehingga properti resmi berpindah tangan kepada pembeli.
Proses ini dirancang untuk memberikan kejelasan dan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.
Setelah Pembelian (Post-Purchase): Hal yang Perlu Diperhatikan
Setelah pembelian selesai, ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan:
1. Pengurusan Utilitas
Anda perlu mengatur layanan dasar seperti:
-
Air
-
Gas
-
Listrik
2. Manajemen Properti & Pajak
Jika Anda membeli properti sebagai rumah kedua, perlu diperhatikan bahwa:
-
Properti mungkin akan kosong dalam jangka waktu tertentu
-
Tetap membutuhkan pengelolaan secara rutin
-
Pajak harus dibayarkan secara konsisten
Jika kewajiban pajak tidak dipenuhi, hal ini dapat menimbulkan masalah serius, termasuk dengan perusahaan manajemen properti. Dalam kasus tertentu, properti bahkan berpotensi disita dan menyebabkan kerugian kepemilikan.
Hal Penting yang Harus Diketahui Pembeli Asing
Meskipun Jepang cukup terbuka bagi pembeli asing, terdapat beberapa perbedaan utama dibandingkan dengan negara lain:
1. Proses Penawaran & Kecepatan Kontrak
-
Setelah melakukan penawaran, proses berjalan cukup cepat
-
Kontrak biasanya diselesaikan dalam waktu 7–10 hari
-
Pembeli harus siap mengambil keputusan dengan cepat
2. Sistem Deposit
Deposit merupakan bagian penting dalam transaksi properti di Jepang:
-
Umumnya sebesar 10%–20% dari harga properti
-
Dibayarkan saat penandatanganan kontrak
Catatan Penting:
Jika pembeli membatalkan transaksi, deposit tidak dapat dikembalikan dan akan dianggap sebagai penalti.
Contoh:
-
Harga Properti: ¥30.000.000 (~$192.000)
-
Deposit 10% → ¥3.000.000 (~$19.000)
-
Deposit 20% → ¥6.000.000 (~$38.000)
Bagi sebagian orang, jumlah ini mungkin terasa besar, namun ada alasan yang jelas di balik kebijakan tersebut.
Mengapa Deposit Tidak Dapat Dikembalikan?
Dari sisi penjual, setelah kontrak ditandatangani, properti dianggap sudah tidak lagi tersedia di pasar. Jika pembeli membatalkan transaksi, penjual berpotensi kehilangan kesempatan dari pembeli lain.
Oleh karena itu, deposit berfungsi sebagai kompensasi atas waktu dan peluang yang hilang.
Hal paling penting yang perlu diingat oleh pembeli asing adalah:
Hanya lakukan penawaran jika Anda benar-benar serius.
Pasar properti di Jepang sangat menjunjung tinggi komitmen, kecepatan, dan kepastian. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menjalani proses pembelian dengan lebih lancar dan aman.
PDJ Indonesia
https://www.pdj-indonesia.com
住所:Sudirman 7.8, Level 16 Unit 1 & 2, Jl. Jenderal Sudirman No.Kav 7-8, RT.10/RW.11,
Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220, Indonesia
Phone Number: +62-852-1333-6739





