Tradisi 1.300 Tahun yang Masih Bertahan Hingga Sekarang
Ukai di Sungai Nagara bukan sekadar atraksi wisata biasa. Tradisi ini dipercaya sudah berlangsung selama lebih dari 1.300 tahun, di mana nelayan khusus yang disebut ukai master menggunakan burung kormoran terlatih untuk menangkap ikan ayu.
Pada malam hari, perahu-perahu tradisional dengan cahaya api menciptakan suasana yang sangat khas dan menjadi salah satu pengalaman budaya paling ikonik di wilayah Gifu.
Untuk menjaga daya tarik tersebut tetap relevan bagi wisatawan modern, Pemerintah Kota Gifu mulai melakukan transformasi terhadap layanan wisata ukai sejak tahun 2022 dengan menghadirkan kapal-kapal premium.
Mengenal Uichi, Kapal Wisata Premium Terbaru di Gifu
Kapal terbaru yang diberi nama Uichi menjadi kapal paling eksklusif dalam layanan wisata ini.
Menariknya, kapal ini dirancang oleh desainer yang juga dikenal sebagai sosok di balik kereta tidur mewah Seven Stars in Kyushu, salah satu kereta wisata premium paling terkenal di Jepang.
Material kapal menggunakan kayu berkualitas tinggi dari Prefektur Gifu, termasuk koyamaki (Japanese umbrella pine) untuk memberikan nuansa lokal yang lebih kuat.
Walaupun ukurannya mirip dengan kapal wisata standar berkapasitas 30 orang, Uichi hanya menerima maksimal 12 penumpang agar pengalaman terasa lebih privat, nyaman, dan eksklusif.
Interior kapal juga dibuat fleksibel dengan meja dan kursi yang dapat diatur sesuai kebutuhan perjalanan.
Total biaya pembangunan kapal ini diperkirakan mencapai sekitar ¥40 juta, atau hampir dua kali lipat dibanding kapal wisata biasa.
Apa yang Didapat dengan Harga ¥400.000?
Harga tersebut tentu menimbulkan pertanyaan: apa yang membuat pengalaman ini begitu berbeda?
Pengunjung yang menggunakan Uichi akan mendapatkan beberapa layanan eksklusif seperti:
- Pendampingan kru khusus selama perjalanan
- Layanan concierge yang menjelaskan sejarah dan budaya ukai
- Area duduk yang lebih luas dan nyaman
- Demonstrasi khusus “sogarami”, yaitu momen ketika beberapa perahu nelayan berbaris dan menggiring ikan ke arah kapal wisata
Pengalaman ini dirancang bukan hanya untuk melihat tradisi dari jauh, tetapi juga memahami cerita dan nilai budaya di baliknya.
Strategi Gifu Menarik Wisatawan Internasional
Transformasi ke arah wisata premium ini bukan tanpa alasan.
Jumlah pengunjung wisata ukai pernah mencapai puncaknya sekitar 330 ribu orang pada tahun fiskal 1973, namun terus mengalami penurunan selama beberapa dekade hingga menjadi sekitar 85 ribu pengunjung pada tahun fiskal 2025.
Di sisi lain, jumlah wisatawan internasional justru menunjukkan pertumbuhan dan mencatat angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat perubahan tren tersebut, Gifu mulai memperkuat pengalaman wisata yang lebih eksklusif dan nyaman, termasuk melakukan renovasi kapal standar dengan mengganti area tatami tradisional menjadi kursi agar lebih sesuai dengan preferensi wisatawan global.
Ketika Tradisi dan Kemewahan Bertemu
Tahun depan akan menjadi peringatan 100 tahun pengelolaan langsung layanan wisata ukai oleh Kota Gifu.
Peluncuran Uichi bukan hanya tentang menghadirkan kapal mewah, tetapi juga menjadi contoh bagaimana Jepang mencoba menjaga tradisi tetap hidup melalui pendekatan baru yang lebih relevan dengan pasar internasional.
Di saat banyak wisatawan mulai mencari pengalaman yang lebih personal dan autentik, Gifu tampaknya ingin menunjukkan bahwa budaya lama tetap bisa terasa eksklusif dan modern.
Kalau kamu berkunjung ke Jepang, apakah pengalaman melihat tradisi 1.300 tahun dari kapal seharga ¥400.000 ini masuk wishlist kamu?
Source: Adapted from an article published by The Japan News (The Yomiuri Shimbun), June 23, 2026.





