Apa itu roadside land price?
Roadside land price, atau rosenka, merupakan nilai per meter persegi tanah standar yang menghadap suatu jalan. National Tax Agency Jepang menggunakan nilai ini sebagai dasar penilaian tanah untuk menghitung pajak warisan dan hibah.
Karena itu, rosenka bukan harga penawaran penjual maupun harga transaksi aktual. Meski dapat membantu membaca perkembangan suatu lokasi, harga properti tetap bergantung pada kondisi bangunan, luas tanah, akses, dan karakteristik lainnya.
Hakuba, Nozawaonsen, dan Furano menjadi sorotan
Menurut laporan Jiji tertanggal 1 Juli 2026, titik tanah yang disurvei di tiga kawasan wisata ski berikut mencatat kenaikan tinggi:
| Lokasi | Kenaikan tahunan |
|---|---|
| Hakuba, Prefektur Nagano | 32,7% |
| Nozawaonsen, Prefektur Nagano | 31,3% |
| Kitanomine, Furano, Hokkaido | 28,0% |
Hakuba kembali mencatat kenaikan tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Ketiga kawasan tersebut dikenal sebagai destinasi ski dengan salju berkualitas yang menarik wisatawan internasional.
Angka ini menggambarkan titik penilaian tertentu, bukan berarti semua tanah atau rumah di kawasan tersebut naik dengan persentase yang sama.
Nilai tanah nasional juga meningkat
Laporan tersebut menyebut rata-rata nilai tanah dalam survei nasional naik 2,9%, melanjutkan kenaikan selama lima tahun berturut-turut. Penilaian ini mengacu pada kondisi 1 Januari 2026.
Kenaikan tersebut mencerminkan kuatnya permintaan di sejumlah destinasi wisata internasional dan kawasan perkotaan. Namun, pasar Jepang tetap beragam: perkembangan di satu lokasi belum tentu terjadi di lokasi lainnya.
Tokyo dan Ginza tetap menonjol
Pada tingkat prefektur, Tokyo mencatat kenaikan sebesar 9,4%, disusul Okinawa sebesar 6,6%.
Di Tokyo, lebih dari 30 titik mencatat kenaikan di atas 10%. Tujuh titik bahkan melampaui 20%, termasuk di kawasan Asakusa.
Sementara itu, titik di depan toko Kyukyodo di Jalan Ginza Chuo-dori kembali menjadi yang tertinggi secara nasional. Nilainya mencapai ¥53,36 juta per meter persegi, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai tersebut berlaku untuk titik yang dilaporkan, bukan seluruh properti di Ginza.
Tidak semua daerah mengalami kenaikan
Perbedaan antarwilayah tetap terlihat. Di Asaichi-dori, kawasan pasar pagi Wajima, Prefektur Ishikawa, nilai tanah turun 8,6% setelah wilayah tersebut terdampak gempa besar Semenanjung Noto pada Januari 2024.
Di sisi lain, pembangunan kembali kawasan sekitar stasiun disebut turut mendukung kenaikan di Saga dan Morioka.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata, pembangunan lokal, kondisi demografi, dan risiko bencana perlu dipertimbangkan saat menilai suatu lokasi.
Apa artinya bagi pembeli Indonesia?
Kenaikan nilai tanah dapat menjadi petunjuk bahwa suatu kawasan semakin diminati. Namun, angka tersebut bukan jaminan keuntungan investasi ataupun pendapatan sewa.
Untuk rumah liburan, pertimbangkan akses transportasi, kenyamanan penggunaan, dan biaya perawatan saat properti kosong. Untuk investasi sewa, periksa permintaan sepanjang tahun, biaya pengelolaan, serta aturan penyewaan yang berlaku.
Khusus kawasan ski, perhitungkan juga sifat musiman kunjungan dan kebutuhan pemeliharaan saat musim dingin. Popularitas destinasi saja belum cukup untuk menentukan kelayakan sebuah properti.
Lokasi yang menarik tetap perlu didukung oleh properti yang sesuai dengan tujuan dan anggaran Anda.
PDJ Indonesia dapat membantu Anda mengeksplorasi pilihan properti di Jepang dan mengoordinasikan pemeriksaan dengan mitra kami.
Informasi properti:
info@pdj-indonesia.com | +62 852 1333 6739
Sumber data pasar: laporan Jiji, “Roadside land prices rise in popular Japanese tourist sites”, 1 Juli 2026. Penjelasan rosenka mengacu pada National Tax Agency Jepang.





