Shichi-ni-kaiki (Kawanakajima Station)
- Harga reguler
- ¥3,800,000
- Harga reguler
-
- Harga obral
- ¥3,800,000
- Harga satuan
- per
Vendor : PDJ Indonesia
Property Type : House
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Detail Properti
Harga
¥3.800.000 (3,8 juta Yen)
Lokasi
Nagano City, Prefektur Nagano, Jepang
Akses Transportasi
-
JR Shinetsu Main Line “Kawanakajima” Station — ±78 menit jalan kaki
-
±5 menit jalan kaki ke halte bus
-
Lokasi berada di antara Nagano City dan Hakuba, dengan akses mudah ke pusat kota
Keunggulan Lokasi
-
Fasilitas sehari-hari tersedia di sekitar properti
-
Akses baik ke Nagano City dan area ski Hakuba
-
Cocok untuk hunian sederhana, second home, atau entry-level investment
Informasi Bangunan & Lahan
-
Status Penyerahan: As-is (kondisi apa adanya)
-
Tahun Dibangun: Tidak diketahui
-
Jumlah Lantai: 2 lantai
-
Luas Tanah: >165 m²
-
Kondisi Lahan: Datar (flat land)
-
Dapur: System kitchen
-
Ruang: Ruang bergaya Jepang (tatami)
-
Toilet: 2 unit
-
Pajak Aset Tetap (2025): ¥24.000 / tahun
-
Target Serah Terima: Dalam tahun berjalan
Catatan Penting (Disaster Prevention)
-
Termasuk area rawan banjir, dengan potensi keruntuhan bangunan akibat genangan air
(Calon pembeli disarankan melakukan pengecekan risiko & asuransi secara menyeluruh)
Fasilitas & Lingkungan Sekitar (Perkiraan Jarak)
-
7-Eleven Nagano Murayama: ±7–8 menit jalan kaki (±550–572 m)
-
Komeri Hard & Green Shinonoi Murayama: ±9 menit jalan kaki / ±2 menit berkendara (±718–750 m)
-
Coop Nagano Inasato: ±19 menit berkendara (±7,4 km)
-
Meijikan (Genghis Khan): ±5 menit jalan kaki (±350 m)
-
Shinshu Nana-ni-kai Oyaki: ±5 menit jalan kaki
-
TK Nananikai: ±3 menit jalan kaki (±216 m)
-
SD Nananikai: ±36 menit jalan kaki (±2,8 km)
-
Kantor Pos Nananikai: ±18 menit jalan kaki (±1,4 km)
-
JA Nagano (Cabang Amori Barat): ±9 menit jalan kaki (±643 m)
Ringkasan Potensi
-
Harga sangat terjangkau untuk area Nagano
-
Tanah relatif luas & lahan datar
-
Cocok untuk hunian sederhana, renovasi ringan, atau base Nagano–Hakuba
-
Perlu pertimbangan khusus terkait risiko banjir