Japan’s Permanent Residency Fee Jumps 20-Fold: What Indonesians Need to Know

Japan’s Permanent Residency Fee Jumps 20-Fold: What Indonesians Need to Know

Biaya ¥200.000 dibayarkan saat izin diberikan

Biaya baru berlaku untuk permohonan yang diajukan mulai 1 Oktober 2026. Pembayarannya dilakukan ketika izin tinggal permanen diberikan, bukan sekadar saat menyerahkan permohonan.

Sementara itu, permohonan yang sudah diterima hingga 30 September 2026 tetap menggunakan biaya lama sebesar ¥10.000, meskipun persetujuannya diberikan setelah tanggal tersebut.

Artinya, tanggal penerimaan permohonan menjadi hal penting dalam menentukan biaya yang berlaku.

Perubahan juga menyangkut persyaratan finansial

Selain kenaikan biaya, pedoman PR terbaru memperjelas penilaian kemampuan finansial pemohon.

Secara umum, pendapatan tahunan rumah tangga pemohon harus berada di atas rata-rata pendapatan rumah tangga Jepang yang sesuai dengan jumlah anggota keluarganya. Jadi, penilaian ini bukan hanya tentang gaji pribadi seseorang.

Laporan yang menjadi dasar artikel ini menyebut rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar ¥5,75 juta pada 2024. Namun, angka tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai satu batas minimum yang otomatis berlaku bagi seluruh pemohon. Kondisi keluarga dan kategori permohonan tetap perlu diperhatikan.

Catatan pensiun semakin penting

Pedoman terbaru juga membahas perkiraan manfaat pensiun yang akan diterima pemohon pada masa mendatang. Penilaiannya mempertimbangkan usia, riwayat kepesertaan, pendapatan selama masa kepesertaan, serta pendapatan saat mengajukan permohonan.

Aset finansial juga dapat dipertimbangkan untuk melengkapi kekurangan pada tingkat manfaat pensiun yang disyaratkan. Penilaian pada prinsipnya dilakukan berdasarkan rumah tangga dengan kehidupan finansial bersama.

Bagi warga Indonesia yang bekerja di Jepang, perubahan ini menjadi pengingat untuk menyimpan dokumen pendapatan dan riwayat pensiun secara teratur.

Persyaratan bahasa Jepang perlu dipersiapkan

Menurut laporan yang menjadi dasar artikel ini, persyaratan kemampuan bahasa Jepang untuk pemohon PR akan diperketat mulai April 2027.

Bagi calon pemohon, belajar bahasa Jepang sejak sekarang dapat membantu persiapan sekaligus mempermudah kehidupan sehari-hari. Namun, jangan langsung menganggap satu tingkat JLPT tertentu sebagai syarat universal tanpa memeriksa ketentuan resmi yang berlaku untuk kategori permohonan Anda.

Apa dampaknya bagi masyarakat Indonesia?

Kenaikan biaya ini menambah anggaran yang perlu disiapkan untuk memperoleh PR. Namun, persiapan tidak cukup hanya dengan menyediakan ¥200.000.

Calon pemohon juga perlu mengevaluasi stabilitas pendapatan keluarga, kelengkapan dokumen, kepatuhan pembayaran pajak, serta riwayat pembayaran pensiun dan asuransi kesehatan.

Kewajiban publik tersebut sudah menjadi bagian penting dalam penilaian izin tinggal permanen.

Langkah praktis yang bisa dilakukan:

  • Periksa pedoman sesuai kategori dan tanggal pengajuan Anda.

  • Rapikan dokumen pendapatan, pajak, pensiun, dan asuransi kesehatan.

  • Siapkan anggaran biaya izin serta biaya bantuan profesional jika diperlukan.

  • Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang.

  • Konsultasikan kondisi pribadi dengan pihak imigrasi atau profesional yang menangani permohonan PR.

Merencanakan kehidupan jangka panjang di Jepang

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menetap di Jepang, perubahan ini membuat persiapan finansial dan administratif semakin penting.

Jika rencana tersebut juga mencakup pembelian rumah, susun kebutuhan properti dan proses izin tinggal sebagai dua bagian perencanaan yang perlu diperiksa secara terpisah. Jangan menjadikan pembelian properti sebagai asumsi bahwa izin tinggal permanen akan diberikan.

PDJ Indonesia dapat membantu Anda mengeksplorasi pilihan properti sesuai kebutuhan dan rencana penggunaan di Jepang.

Untuk informasi properti:
info@pdj-indonesia.com | +62 852 1333 6739

Ketentuan imigrasi dapat berubah. Periksa informasi terbaru dari Immigration Services Agency of Japan sebelum mengajukan permohonan.

Leave a comment